Mardani 678 Blog

Icon

Oh..Indahnya hari ini

Budaya Kita Menurut Orang Jepang

Prof Nagano Staf pengajar Nihon University memberikan kuliah intensive course dalam bidang Asian Agriculturedi IDEC Hiroshima University. Beliau sering menjadi konsultan pertanian di Negara2 Asia termasuk Indonesia. Ada beberapa hal yang menggelitik yang beliau utarakan sewaktu membahas tentang Indonesia :

1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam2.
Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang kali, saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya pelaksanaan tertunda2 padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.

2. Budaya Jam Karet.
Selain dari beliau saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika saya tanya kebudayaan apa yang menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab jam Karet! Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati. Sudah sebegitu parahkah disiplin kita.

3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)
Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakan sekarang kenapa ditunda besok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya sendiri tentang orang Indonesia. Beliau mengatakan, Orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.

4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan.
Beliau mencontohkan ketika dia mau memberikan pelatihan kepada para petani, pendampingnya dari direktorat pertanian datang dengan safari lengkap padahal beliau sudah datang dengan “work wear” beserta sepatu boot. Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke lapang, kenapa? Karena mereka datangnya pakai safari dan ada yang berdasi. Begitulah beliau menggambarkan orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau turun langsung ke lapangan.

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dinina bobokan oleh istilah indonesia kaya, masyarakatnya suka gotong royong, ada pancasila, agamanya kuat, dll. Dan itu hanyalah istilah, kenyataannya bisa kita lihat sendiri. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action.

Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa2 sudah ramai duluan. Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan2 kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala bidang.

Bahkan teman saya yang sempat di kirim ke Jepang dalam Dinas kerja cerita sepulang dari sana. Suatu hari dia pergi belanja ke sebuah toko untuk ekebutuhan sehari-hari selama di Jepang, di toko tersebut dia lihat anak kecil yang sedang membuka bungkusan permen. Mungkin bagi fikiran kita, anak tersebut akan membuang bungkus permen ke sembarang tempat yang sering kita lakukan :-P . Tapi tidak dengan anak kecil tersebut, ketika dia mencari tempat sampah tidak ada, dia masukkan bungkus permen tersebut ke dalam kantong celananya. Saya tertegun mendengarkan cerita teman saya yang menyaksikan langsung kejadian tersebut sambil membandingkan kalau saya habis makan apapun maka saya akan membuang bekas bungkusan makanan yang sudah saya makan tanpa berfikir harus mencari tempat sampah :
Masih banyak ‘oleh-oleh’ dari Jepang yang aya ambil ibrohnya. Termasuk bagaimana barang dia jatuh di suatu tempat, dan ketika dia menemukan kembali barangnya tanpa ada yang berkurang sedikitpun padahal tempat barangnya jatuh berada dalam keramaian orang dan lalu lalang. Dan teman saya cerita bahwa mereka tidak akan mengambil barang orang lain yang bukan haknya. Benar tidaknya saya tidak tahu, itu hanya cerita teman saya yang saya jadikan pelajaran dalam hidup meski bukan pengalaman sendiri.
Yah semua Negara dan masyarakatnya mempunya beraneka keragaman yang berbeda. Indonesia pun punya kanekaragaman yang mungkin kalau di kupas akan lebih baik dari Negara-negara berkembang lainnya saat ini. semua ada positif dan negative side nya.

Yuk
lakukan perubahan,kita buktikan bahwa apa yang di katakana Prof. Nagano adalah tidak benar. Bangsa kita adalah bangsa yang besar dengan masyarakatnya yang madani. Toto tentrem loh jinawi. Tut wuri handayani.

Mulai dari hal yang Kecil
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari sekarang..

Gabung di Yuwie Yuk…..Klik disni

Filed under: Dari Millis ,

Leave a Reply