Mardani 678 Blog

Icon

Oh..Indahnya hari ini

Akhirnya Datang Juga

Alhamdulillah akhirnya Jakarta hujan. Sudah lama rasanya Jakarta tidak di guyur hujan dalam beberapa bulan terakhir (tempat saya tinggal). Meski hujan Cuma 30 menit tapi cukuplah membuat kota Jakarta menjadi sedikit ‘dingin’ setelah beberapa minggu ini Jakarta di rasakan begitu panas. Malam saja begitu puaannaass apatah lagi siangnya. Makiin puanaas lagi :)

Jakarta memang terkenal dengan kota yang panas karena begitu banyaknya gedung pencakar langitnya. Jadi wajar sekali kalau Jakarta panas. Dan memang kita tidak bisa menyalahkan mereka-mereka yang membangun gedung-gedung pencakar langit. Karena itu adalah bagian hidup kita juga :, bagian dari hidup kita karena memang kita hidup dari kondisi seperti ini.

Teman saya cerita setiap dia tidur, dia tidak pernah memakai baju dan hanya memakai celana pendek, udah begitu masih di tambah dengan mpanteng kipas. Tapi masih saja dia bermandikan keringat yang terus mengalir sampai bantalnya basah kena keringat. Saya Cuma tersenyum mendengar teman saya cerita, berarti memang tidak saya saja yang mengalami ‘kepanasan’ setiap malam. Atau mungkin anda punya cerita atau pengalaman menarik tentang bagaimana panasnya Jakarta? Share yah di sini, di tunggu loh.
Semoga hujan tidak lagi ‘malas’ turun di Jakarta, agar Jakarta tidak lagi panas bagi penghuninya. Mungkin menjadi dilema buat kita juga, satu sisi kita kepanasan kalau gak turun-turun hujan, ketika di kasih hujan terus menerus banjir. Nah lohh..??? mana yang benar kalau sudah demikian???? Jawabnya, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. Kata bang Ebiet G Ade.
Semoga hujan kali ini menjadi berkah buat kita sesuai firman Allah dalam Al Qur’an yang artinya:

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui” (Al Baqarah : 22)

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” ( Al Baqarah : 265)

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. ” (Ar Rum : 48)

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (Fathir : 27)

* Senja di sudut Jakarta yang mulai gelap terbawa waktu yang terus berputar seiring tenggelamnya mentari

Postingan ini juga di posting di sini

Filed under: Tulisanku ,

Leave a Reply